Warga Diminta Ikut Rawat Taman Kota

SEMARANG – Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang meminta warga untuk ikut merawat taman kota, di jalan protokol maupun di permukiman.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Masdiana Safitri mengatakan, bentuk partisipasi masyarakat itu antara lain dengan penyiraman dan pemangkasan taman-taman yang ada di dekat permukiman. Kegiatan semacam itu bisa dilakukan dengan cara gotong royong, bersama kecamatan dan kelurahan.

“Mungkin pemangkasan tanaman dapat dilakukan sepekan sekali dan penyiramannya dapat setiap hari yang dilakukan pihak kelurahan bersama-sama warga sekitar,” kata dia.

Menurutnya, perawatan taman kota tidak dapat berjalan tanpa partisipasi masyarakat. Hal itu karena jumlah taman yang ada di Semarang mencapai ratusan. “Tanpa partisipasi warga untuk merawat tanaman, keindahan kota sulit terwujud,” katanya, Senin (26/3).

Bentuk partisipasi warga itu, antara lain dengan cara tidak membuang sampah di dalam taman, atau mengambil tanaman untuk keperluan pribadi.

“Kecamatan atau kelurahan yang ingin mempercantik taman-taman di pemukiman, dapat meminta bantuan kepada kami. Namun dengan catatan jika stok tanaman yang kami milik masih ada,” kata dia.

Masdiana mengatakan, salah satu persoalan yang hingga kini masih dihadapinya adalah ulah tangan jahil. Mereka sering merusak atau mengambil tanaman hias, yang tumbuh di jalan-jalan protokol. “Tidak sedikit tanaman hias yang telah kami tanam, rusak atau hilang akibat ulah mereka. Seingat saya, sekitar 40-50 tanaman yang tersebar di berbagai taman kota di Semarang raib,” ujarnya.

Perawatan taman-taman besar di tengah kota seperti di Bundaran Bubakan, Tugu Muda, dan depan kantor Pertamina UPMS IV merupakan tugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Proses penyiraman dengan menggunakan mobil tangki atau melalu pipa yang sudah terpasang di dalam taman itu. ”Kami tinggal membuka kran yang ada di taman itu,” kata dia. (H36-74)

sumber: http://www.suaramerdeka.com

Well, sebagai warga yang baik,, kita emang udah seharusnya ikut merawat segala fasilitas publik. Termasuk disitu adalah taman kota yang menjadi milik kita bersama. Jangan hanya cuma mengandalkan tukang sapu dan dinas kebersihannya aja. Dengan ikut merawat taman kota, semua akan berdampak positif kembali pada kita sendiri…

So,, keep breathing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: